Saturday, 11 May 2013

EROSI DAN KESUBURAN TANAH

Tanah yang terletak di daerah tropika basah maupun di sub-tropika akan memgalami proses pengikisan atau erosi. Erosi adalah pengikisan tanah oleh air, angin atau gletsyer. Erosi akan menghanyutkan humus sehingga tanah menjadi gersang dan tandus. Untuk menghindarkan terjadinya erosi dapat dilakukan dengan cara memperbanyak jumlah dan jenis tanaman serta dengan pendekatan mekanik seperti pembuatan teras atau sengkedan dan penutupan tanah. Akar tanaman dapat menyerap air di dalam tanah dan daun-daun akan mengurangi jatuhnya air hujan ke atas tanah.

Macam-macam erosi antara lain:

  • Erosi deflasi, yaitu erosi yang ditimbulkan oleh angin. Erosi ini terjadi di daerah gurun pasir yang luas, misalnya di Gurun Saudi dan Gurun Sahara.
  • Erosi glasial, yaitu erosi yang disebabkan oleh es atau salju yang mencair. Erosi ini terjadi pada daerah pegunungan yang bagian puncaknya selalu diselimuti salju.
  • Erosi marine (abrasi), yaitu erosi yang disebabkan oleh pukulan-pukulan gelombang air laut. Abrasi dapat mengakibatkan jebolnya tebing-tebing pantai.

Jenis Pupuk

Tumbuhan dapat tegak berdiri karena kokohnya perakaran di dalam tanah. Di dalam tanah, akar-akar tumbuhan menyerap unsur-unsur hara. Agar tanah tetap subur, perlu dilakukan usaha penyuburan tanah. Penyuburan tanah dapat dilakukan dengan pemberian pupuk. Kita mengenal jenis-jenis pupuk sebagai berikut:

  • Pupuk hijau, yaitu pupuk yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan hijau. Misalnya daun, ranting, dan batang.
  • Pupuk kompos, yaitu pupuk yang berasal dari sampah dan daun-daunan yang dibusukkan di dalam tanah.
  • Pupuk kandang, yaitu pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Misalnya kotoran kambing, kotoran sapi, kotoran kerbau, dan sebagainya.
  • Pupuk buatan, yaitu pupuk yang dibuat di pabrik-pabrik pupuk. Misalnya pupuk UREA, NPK, TSP, ZA, dan sebagainya.

Upaya Menjaga Kesuburan Tanah

Untuk menjaga kelestarian kesuburan tanah dan mengurangi pengikisan tanah oleh air, maka kita dapat melakukan beberapa cara berikut ini:
  • Reboisasi, yaitu penghijauan dan penghutanan kembali tanah-tanah bekas hutan yang gundul.
  • Pemupukan, yaitu usaha mengganti zat-zat makanan tumbuhan yang makin berkurang karena telah dipergunakan oleh tumbuhan atau dihanyutkan oleh air.
  • Terasering atau sengkedan, yaitu pengolahan tanah yang miring pada lereng gunung dan dibuat berjenjang.
  • Melarang penebangan liar dengan cara mengeluarkan undang-undang tentang lingkungan hidup dan pelaksanaannya disertai dengan sanksi yang tegas.
  • Pergiliran tanaman agar kebutuhan zat-zat hara di dalam tanah dapat terpenuhi dalam jumlah yang cukup dan berimbang.
Semoga informasi mengenai pengertian erosi, macam-macam erosi, macam-macam pupuk, dan usaha menjaga kesuburan tanah ini bisa berguna untuk Anda.

Referensi: http://soerya.surabaya.go.id/AuP/e-DU.KONTEN/edukasi.net/Fenomena.Alam/Erosi.Alam/all.htm

No comments:

Post a Comment